Pantau Persiapan Masjid Negara, Menag: Kemenag Segera Berkantor di IKN

3 min read

Nusantara (cvtogel) — Di tengah hamparan kawasan yang sedang bertumbuh menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia, langkah itu terasa simbolik sekaligus substantif. Yaqut Cholil Qoumas meninjau langsung persiapan Masjid Negara di kawasan Ibu Kota Nusantara, seraya menegaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) akan segera berkantor di IKN.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda infrastruktur. Ia membawa pesan tentang kehadiran negara dalam membangun ruang spiritual, toleransi, dan layanan keagamaan yang menyatu dengan denyut kehidupan ibu kota baru.


Masjid Negara sebagai Ruang Ibadah dan Kebangsaan

Menag menekankan bahwa Masjid Negara dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang kebangsaan—tempat nilai moderasi beragama, dialog, dan persatuan dirawat. Desain dan fungsinya diharapkan inklusif, ramah lingkungan, serta terintegrasi dengan ruang publik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

“Masjid Negara harus menjadi teladan—dari tata kelola, arsitektur, hingga pelayanannya,” ujar Menag. Ia meminta seluruh tahapan persiapan memperhatikan kualitas, keselamatan, dan aksesibilitas bagi semua jamaah.


Kemenag Menyusul: Layanan Keagamaan Dekat dengan Pusat Pemerintahan

Penegasan bahwa Kemenag segera berkantor di IKN menandai langkah penting konsolidasi layanan negara. Kehadiran Kemenag di ibu kota baru diharapkan mempercepat koordinasi lintas kementerian, memperkuat pembinaan umat, dan memastikan layanan keagamaan—pendidikan, haji-umrah, hingga kerukunan—berjalan efektif.

Dalam konteks keamanan publik, layanan keagamaan yang tertata dan dekat dengan pusat pengambilan keputusan berperan menjaga harmoni sosial di kawasan yang akan dihuni beragam latar belakang masyarakat.


Human Interest: IKN dan Harapan Kehidupan Beragama

Bagi para pekerja dan calon penghuni IKN, Masjid Negara menjadi penanda kehidupan yang mulai berdenyut. “Kami ingin ada tempat ibadah yang nyaman dan terbuka,” kata seorang pekerja konstruksi. Harapan sederhana ini menggambarkan kebutuhan manusiawi di balik megaproyek: ruang untuk menenangkan diri, berjumpa, dan membangun kebersamaan.

Menag menyebut, pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan nilai. IKN tidak hanya memindahkan pusat administrasi, tetapi juga merawat kehidupan beragama yang damai.


Moderasi Beragama sebagai Fondasi

Kemenag menegaskan Masjid Negara akan menjadi pusat pengarusutamaan moderasi beragama—menguatkan sikap saling menghormati, menolak ekstremisme, dan mendorong dialog. Program edukasi, kajian kebangsaan, dan kegiatan lintas iman direncanakan agar masjid berfungsi dinamis, bukan eksklusif.

Pendekatan ini penting untuk menjaga stabilitas dan kohesi sosial di ibu kota baru yang multikultural.


Tahapan dan Tata Kelola

Dalam peninjauan, Menag meminta laporan progres, standar keselamatan konstruksi, serta kesiapan operasional. Tata kelola yang transparan dan akuntabel menjadi sorotan agar Masjid Negara dapat beroperasi tepat waktu dan berkelanjutan.

Kemenag juga menyiapkan rencana transisi perkantoran secara bertahap, memastikan pelayanan publik tidak terganggu selama proses pemindahan.


Penutup: Negara Hadir, Nilai Dihadirkan

Peninjauan Masjid Negara dan penegasan Kemenag berkantor di IKN menandai satu hal: pembangunan ibu kota baru tidak hanya soal gedung dan jalan, tetapi juga soal nilai dan kemanusiaan. Dari Nusantara, negara ingin menghadirkan pusat pemerintahan yang efisien, sekaligus ruang spiritual yang menyejukkan.

Ketika Masjid Negara berdiri dan Kemenag hadir di IKN, pesan yang disampaikan jelas—pembangunan berjalan seiring penguatan harmoni, demi masa depan yang aman, inklusif, dan bermartabat.

You May Also Like

More From Author