ANTISIPASI BENCANA: Aceh Utara Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir

2 min read

ACEH UTARA, KOMPAS (cv togel) — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara secara resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Banjir terhitung sejak Senin (24/11/2025). Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi cepat terhadap potensi risiko bencana hidrometeorologi, menyusul intensitas curah hujan yang sangat tinggi di wilayah pegunungan dan pesisir Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir.

Penetapan status Siaga Darurat ini bertujuan untuk mempercepat mobilisasi sumber daya dan upaya mitigasi di wilayah-wilayah yang rentan terendam banjir.


I. Alasan Penetapan Status Siaga Darurat

 

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Utara, Mahyuzar, menjelaskan bahwa penetapan status ini adalah tindakan preventif untuk meminimalisir dampak kerugian.

  • Curah Hujan Ekstrem: Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Aceh Utara masih berada di bawah ancaman curah hujan ekstrem. Hujan lebat yang terjadi telah menyebabkan volume air di sejumlah sungai, termasuk Sungai Krueng Pase dan Krueng Keureuto, berada pada level kritis dan siap meluap.

  • Daerah Rawan: Aceh Utara memiliki banyak wilayah dataran rendah dan daerah aliran sungai (DAS) yang sangat rawan terendam banjir. Beberapa kecamatan seperti Lhoksukon, Matangkuli, dan Samudra sudah berada dalam pengawasan ketat.

  • Akses Bantuan: Dengan status Siaga Darurat, Pemerintah Kabupaten dapat menggunakan anggaran tak terduga (BTT) secara cepat serta mempermudah koordinasi dan permintaan bantuan logistik kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Aceh.

“Status Siaga Darurat ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memastikan kesiapan kita. Semua posko sudah diaktifkan, dan logistik harus siap didistribusikan ke lokasi-lokasi rawan,” ujar Pj Bupati Mahyuzar.

II. Tindak Lanjut dan Imbauan kepada Masyarakat

 

Dengan penetapan status Siaga Darurat, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, dan Basarnas telah diaktifkan untuk melakukan langkah-langkah mitigasi:

  1. Aktivasi Posko: Semua posko pengungsian dan dapur umum di kecamatan rawan telah disiapkan.

  2. Peralatan Siaga: Alat berat, perahu karet, dan perlengkapan evakuasi telah disiagakan di titik-titik strategis.

  3. Waspada Bencana Susulan: Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap perkembangan cuaca, khususnya yang tinggal di dekat bantaran sungai dan lereng bukit (potensi longsor).

Masyarakat diminta untuk segera mengevakuasi diri ke tempat aman yang telah ditentukan jika ketinggian air terus meningkat, dan tidak memaksakan diri melewati arus banjir.

You May Also Like

More From Author